Kisah sukses pengusaha herbal agarillusBermodalkan keinginan besar untuk menolong orang yang sedang sakit, Ahmad Shodiqin Fawzi (42) terinspirasi untuk merintis bisnis herbal sejak tahun 2011 silam. Pengalamannya selama menjadi terapis di Kota Solo, membuat lelaki yang akrab dipanggil Ahmad ini tertarik menekuni bisnis herbal khususnya minuman herbal.

“Awalnya saya seorang terapis di Solo seperti terapi bekam, akupresur, pemijatan, dan lain-lain. Namun setelah bertahun-tahun menjadi terapis saya ingin di umur 40 tahun sudah punya usaha sendiri yang tidak mengandalkan tenaga saya langsung, akhirnya saya tertarik menjadi distributor produk minuman herbal Agarillus,” tuturnya.

Bisnis herbal agarillusDengan modal awal sebesar Rp 75 juta, Ahmad mendirikan sebuah badan usaha dengan nama CV. Mutiara Berlian. “Awalnya ada teman yang memproduksi produk herbal dan memberikan kesempatan pada saya untuk menjadi distributor produk minuman herbal Agarillus. Dari ide tersebut akhirnya saya mengajukan pinjaman dari bank untuk membuat sebuah CV. Dan Alhamdulillah hasilnya diluar perkiraan saya,” ungkap Ahmad.

Omzet Rp 300 juta Setiap Bulannya

Di awal merintis usaha, Ahmad mengaku perjuangannya cukup berat bahkan untuk modal saja Ia rela mengajukan pinjaman modal dari bank dengan menjaminkan sebidang tanah yang Ia miliki. Namun ternyata langkah yang Ia ambil tidak salah, belum genap 5 tahun berjalan saat ini bisnis herbal Agarillus yang dijalankannya bisa mengantongi omzet sekitar Rp 300 juta dalam sebulan.

Agen agarillus yang mendapatkan bonus motorKepada tim liputan BisnisUKM.com, Ahmad mengungkapkan bahwa perkembangan bisnis herbal yang Ia rintis terbilang lancar dan sangat menjanjikan. “Dalam jangka waktu 4 tahun sudah lebih dari 140 yang bergabung menjadi agen Agarillus dan tersebar di seluruh Indonesia. Bahkan dua bulan yang lalu saya baru saja membuka cabang di Depok dan omzet yang diperoleh sekitar Rp 36 juta pada bulan pertama,” jelas Ahmad dengan penuh rasa syukur.

Selain memasarkan produk herbal Agarillus melalui agen yang tersebar di berbagai daerah, Ahmad juga memanfaatkan media iklan untuk mendongkrak penjualan produk setiap bulannya. “Selama ini untuk pemasaran produk saya memanfaatkan media iklan seperti di majalah komunitas Nuansa, Majalah Trubus, bekerjasama dengan radio dan stasiun televisi lokal, dan belum lama ini saya mulai memanfaatkan media online seperti Facebook, Website, dan beberapa media iklan online,” imbuh pengusaha sukses tersebut.

Pengiriman Barang Menjadi Kendala Usaha

Madu kupang agarillusKetika disinggung mengenai kendala usaha yang Ia hadapi selama ini, pengusaha sukses asal Solo ini mengungkapkan bahwa sampai saat ini yang menjadi kendala bisnis herbal Agarillus adalah proses pengiriman barang. Mengingat produk herbal Agarillus bersifat cair dan dikemas dengan botol kaca, ada beberapa produk yang mengalami kerusakan ketika proses pengiriman berlangsung.

“Karena saya menggunakan kemasan botol dan produk yang dikirim merupakan benda cair maka kendalanya pecah di jalan dan ada beberapa jasa ekspedisi yang tidak bersedia menerima pengiriman benda cair. Untuk mengatasi kendala seperti ini, saya sengaja menggunakan styrofoam untuk packing dan mengandalkan pengiriman via cargo pesawat atau darat,” ujar Ahmad.

Dibantu tiga orang karyawan yang bertugas menyelesaikan masalah pengiriman, pengemasan, dan administrasi penjualan, kedepannya Ahmad berencana membuka peluang kerjasama franchise bagi mitra yang tertarik membuka cabang di setiap daerah dan membuka cafe minuman herbal di Cabang Depok. “Untuk bergabung menjadi agen minimal pembelian awal sejumlah Rp 20 juta, sedangkan untuk sub agen minimal pembelian Rp 4 juta. Setiap agen mendapatkan fasilitas pelatihan terapi dan pemasaran secara gratis,” terangnya.

Testimoni pasien stroke yang sembuh dengan agarillusBagi Ahmad yang kini menjadi pengusaha sukses di bisnis herbal, mensejahterakan karyawan dan agen-agennya menjadi sebuah kemenangan tersendiri bagi dirinya. “Dari bisnis herbal ini saya tidak hanya memberikan peluang kerja bagi mereka namun  juga bisa memberikan hadiah motor, mobil dan umroh bagi agen-agen yang penjualannya melebihi target perusahaan. Hadiah mobil diberikan untuk agen yang penjualannya rata-rata Rp 30 juta dalam sebulan, selama 2 tahun. Sedangkan untuk hadiah motor saya berikan untuk agen yang penjualannya minimal 6 box atau sekitar 120 botol dalam sebulan, selama 1 tahun berturut-turut,” cerita Ahmad kepada tim liputan BisnisUKM.com.

Menutup sesi wawancara kami, Ahmad berpesan bagi para pemula yang tertarik menekuni dunia usaha yang terpenting adalah utamakan pelayanan, jangan sungkan untuk upgradepengetahuan dan kemampuan karena pada dasarnya tidak ada kata gagal yang ada hanya sukses atau belajar.

Tim Liputan Bisnis

 
     

 


publisher
Untitled Document
ayobisnisherbal.com